Posted on Minggu, September 13, 2009, under
Puisi muh
Mengapa Wajah Sang Kekasih,
Tak kunjung jua terlihat...
Meski berulangkali sudah ku berdiri,
Siang dan malam dinanti .
Hati nan merindu mata air...
Bertemu dan mencair .
Dalam satu tegukkannya, menjernihkan .
Lewati sungai-sungai, danau, telaga hingga samudera .
Tangerang, 14 September 2009-Senin
by: Muhammad Miftachurrohman
Posted on Minggu, September 13, 2009, under
Puisi muh
Hari ini ku lupa lagi
Tak ada yang mengingati
Seperti hari-hari
yang sudah-sudah
Tiap waktu ku termangu
Memahami diri ini
Yang selalu lupa-lupa
Di setiap benda
Yaa Robb, ingatkanlah aku
Pada waktu hari itu
Biar ku tak lupa lagi
Seperti ini...
Banyumas, 08 Desember 2007-Sabtu
by: Muhammad Miftachurrohman
Posted on Minggu, September 13, 2009, under
Puisi muh
Bangkit jiwa ku dari kuburnya
yang dalam
Menampakkan bahagia dan suka
Cahaya terpampang jelas dari raut muka mu
Betapa daku sungguh bersyukur, Yaa Robb
Atas nikmat karunia ini
Yaa Alloh...
Engkau tak pernah melalaikan daku
Namun...
Apa yang telah ku lakukan... ?
Aku bermalas-malasan, menunda-nunda waktu
Seruan dari-MU
Yaa Alloh...
Daku mohon, peluklah daku
Ke dalam rahmat-MU
Banyumas, 01 Desember 2007-Sabtu
by: Muhammad Miftachurrohman
Posted on Minggu, September 13, 2009, under
Puisi muh
Sunyi sepi sendiri
Terseret ke angkuh hati
Mau ku kan terjaga
Namun............................
Kering akal sehat ku
Lalai ku turut ikuti aku
Menusuk ke sanubari
Sadarkan aku adanya ini
Ingin ku hidup bak mentari
Seharum kasturi seindah puji-pujian
Selimuti hati, membungkus hidup ku
Membuka tabir, Terbentuk, lahir kembali
Terimalah hamba, Yaa Robb...
Banyumas, 01 Desember 2007-Sabtu
by: Muhammad Miftachurrohman
Posted on Minggu, September 13, 2009, under
Puisi muh
Cinta adalah cinta
Arti cinta yang sebenarnya adalah
cinta itu sendiri
Tak ada yang dapat mengartikan cinta
Selain si pecinta yang sedang jatuh cinta
Banyumas, 24 Oktober 2007-Rabu
by: Muhammad Miftachurrohman